Jakarta (RADARJABODETABEK) – Dunia kepolisian Indonesia berduka atas wafatnya Meriyati Roeslani Hoegeng, istri tercinta dari Alm Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Iman Santoso, yang dikenal luas sebagai sosok teladan dalam institusi Polri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi menyampaikan dukacita mendalam atas kepergian beliau pada Selasa, 3 Februari 2026, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Perfilman Kehidupan dan Warisan Meriyati Hoegeng
Meriyati Hoegeng, atau biasa disapa Eyang Meri, bukan hanya dikenal sebagai istri Jenderal Hoegeng, tetapi juga sebagai figur inspiratif yang meninggalkan warisan berharga bagi kepolisian. Kehilangan beliau menjadi duka yang mendalam bagi keluarga besar Polri dan Bhayangkari, seiring dengan penghormatan atas dedikasi dan teladan yang pernah beliau berikan.
Kronologi Kepergian dan Prosesi Pemakaman
Meriyati berpulang pada pukul 13.25 WIB di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Rencananya, beliau akan dimakamkan di Bogor, Jawa Barat, pada hari Rabu, 4 Februari 2026, setelah disemayamkan terlebih dahulu di Pesona Khayangan, Depok. Berita ini menjadi perhatian besar di kalangan masyarakat, terutama mereka yang mengikuti sejarah perjalanan keluarga Hoegeng di kepolisian Indonesia.
Warisan Kepemimpinan Alm Jenderal Hoegeng Iman Santoso
Alm Jenderal Hoegeng Iman Santoso, suami Meriyati, adalah salah satu Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang dikenang sebagai teladan. Prestasinya dalam menumpas berbagai kasus kriminal berat, seperti penggelapan mobil mewah yang terjadi pada tahun 1969 dan pengungkapan kasus pemerkosaan melibatkan anak pejabat di Yogyakarta pada 1970, menunjukkan kualitas kepemimpinannya yang jujur dan berani.
Meski demikian, karir Jenderal Hoegeng berakhir secara kontroversial dengan pensiunnya pada 2 Oktober 1971 di tengah dalih peremajaan institusi oleh pemerintah. Sejarah ini menjadi bagian tak terpisahkan dari catatan penting Polri, yang dapat dipelajari lebih lanjut melalui Wikipedia tentang Hoegeng Iman Santoso.
Penghormatan dan Dukacita dari Institusi Polri
Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bersama Ketua Umum Bhayangkari, menyampaikan turut berduka cita mewakili seluruh keluarga besar institusi Polri dan Bhayangkari. Mereka memandang Meriyati sebagai teladan bukan hanya bagi keluarga tetapi juga bagi para anggota Polri secara keseluruhan.
Dukacita ini mempererat ikatan keluarga besar Polri dalam mengenang jasa serta kehadiran figur penting yang penuh dedikasi dan cinta untuk institusi dan bangsa.
Kesimpulan dan Penghormatan Terakhir
Wafatnya Meriyati Hoegeng merupakan kehilangan besar bagi kepolisian dan bangsa Indonesia. Melalui pengabdiannya sebagai pendamping Jenderal Hoegeng, beliau telah meninggalkan contoh yang dapat menjadi teladan bagi generasi sekarang dan masa depan Polri. Pemakaman yang dijadwalkan di Bogor akan menjadi momen penghormatan terakhir bagi sosok yang begitu dihormati ini.
Untuk informasi historia dan profil lengkap Jenderal Hoegeng, pembaca dapat merujuk pada konten historis kami sebelumnya, seperti artikel Akademi Polisi: Sumber dan Akar Represi.
Sumber: RADARJABODETABEK, YouTube Channel resmi Tempodotco
