Youtube Thumnail image of : Cara Sindikat Peretas Membobol Rekening Delapan Bank | Tukang Kupas Perkara

Cara Sindikat Peretas Membobol Rekening Delapan Bank | Tukang Kupas Perkara

Jakarta (RADARJABODETABEK) – Badan Reserse dan Kriminal Kepolisian Republik Indonesia telah berhasil mengungkap modus operandi sindikat peretas yang membobol rekening pada delapan bank besar di Indonesia. Kejadian ini diketahui berlangsung selama periode Juni 2024 hingga Maret 2025, menimbulkan kerugian signifikan hingga mencapai Rp 800 miliar. Sindikat ini diduga beroperasi terorganisir dengan mengendalikan pembobolan dari luar negeri.

Pengungkapan Sindikat dan Penangkapan Pelaku

Pihak kepolisian telah menetapkan delapan tersangka terkait kasus pembobolan rekening Bank Jakarta yang menjadi bagian dari jaringan ini. Penyelidikan menunjukkan bahwa pelaku yang berhasil ditangkap adalah mereka yang diperintahkan untuk membuat rekening dan akun kripto guna menampung hasil kejahatan tersebut. Hal ini membuka gambaran betapa rumit dan canggihnya metode yang digunakan oleh sindikat tersebut.

Modus Operandi Pembobolan Rekening

Menurut laporan kepolisian, pelaku sindikat menggunakan teknik peretasan yang sistematis untuk mengambil alih rekening nasabah. Mereka tidak hanya menyasar satu bank saja, melainkan delapan bank yang tersebar, termasuk Bank Jakarta sebagai salah satu target utama. Tak hanya itu, akun-akun kripto juga digunakan sebagai sarana untuk menyalurkan dana hasil pembobolan agar sulit dilacak.

Kejadian ini mengingatkan pada fenomena serangan siber global yang kerap menargetkan bank dan lembaga keuangan lainnya. Upaya kriminal ini memanfaatkan celah keamanan sistem digital perbankan yang semakin kompleks. Sistem keamanan siber menjadi semakin krusial untuk menjaga kepercayaan dan integritas industri perbankan.

Langkah Preventif dan Penanggulangan

Pihak kepolisian dan institusi perbankan didorong untuk meningkatkan sinergi dalam penanggulangan kejahatan siber. Salah satu langkah yang diambil adalah memperketat verifikasi nasabah dan meningkatkan teknologi deteksi transaksi mencurigakan. Peningkatan literasi keamanan siber pada masyarakat juga menjadi senjata penting dalam meminimalisir risiko terjadinya pembobolan rekening.

Untuk pembahasan lebih lengkap mengenai keamanan perbankan dan teknologi terkait, Anda dapat membaca artikel kami sebelumnya terkait ancaman siber dan upaya penanggulangan di institusi kepolisian.

Fenomena ini juga menjadi pengingat serius akan pentingnya keamanan digital yang terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Setiap nasabah dan institusi harus waspada dan beradaptasi dengan ancaman siber yang kian kompleks.

Sumber: RADARJABODETABEK, YouTube Channel resmi Tempo.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *