Youtube Thumnail image of : Menko Muhaimin Minta Menu MBG Tidak Pakai Tepung

Menko Muhaimin Minta Menu MBG Tidak Pakai Tepung

[Jakarta (RADARJABODETABEK)] – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, secara tegas meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai tahun depan menghentikan penggunaan tepung sebagai bahan pokok dalam menu yang disajikan. Permintaan ini disampaikan menyusul kekhawatiran atas ketergantungan dapur MBG pada bahan impor yang selama ini digunakan dalam penyediaan makan bergizi bagi masyarakat.

Penggunaan Tepung dalam Program MBG dan Dampaknya

Menurut Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin Iskandar, banyak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG yang masih belum memahami bahwa tepung adalah produk impor. Oleh sebab itu, masih banyak yang menggunakan tepung tanpa sadar ketergantungan terhadap bahan impor meningkat. Ia menyatakan, “Tidak boleh lagi pakai impor. Karbohidrat bisa diciptakan dari produk lokal masing-masing.” Langkah ini diambil untuk mendorong kemandirian pangan nasional, mengurangi ketergantungan impor yang seringkali berisiko terkena fluktuasi harga dan pasokan global. Selain itu, penggunaan bahan lokal diharapkan dapat menghidupkan perekonomian masyarakat di berbagai daerah.

Larangan Bahan Impor dalam Menu MBG Mulai Tahun Depan

Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa mulai tahun depan seluruh bahan pangan yang digunakan dalam program MBG harus berasal dari dalam negeri dan diambil dari masyarakat lokal. Ini berarti larangan penggunaan tepung impor akan diberlakukan. Ia mengatakan, “Kalau setahun ini dianggap sebagai penyesuaian, oke. Tapi tolong ke depannya dirancang sedemikian rupa, sehingga tidak ada satupun bahan impor di dalam pelaksanaan program makanan bergizi gratis.” Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong inovasi dalam pemanfaatan sumber daya lokal sebagai alternatif bahan baku karbohidrat selain tepung.

Inovasi Menu dan Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal

Muhaimin mengajak dapur MBG untuk berinovasi dan beradaptasi dengan bahan pangan yang tersedia di daerah masing-masing. Ia mencontohkan sukses dapur MBG di Papua dan Maluku yang menggunakan bahan penciptaan karbohidrat lokal seperti sagu dan singkong. Selain itu, beberapa inovasi kreatif dilakukan seperti mengganti kebutuhan susu dengan alternatif yang lebih mudah diproduksi secara lokal. Upaya ini tidak hanya menciptakan variasi menu yang lebih kaya dan sehat, tetapi juga sebagai cara mengangkat potensi pangan lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan. Pemanfaatan pangan lokal diyakini akan menurunkan ketergantungan pangan impor dan meningkatkan kemandirian masyarakat.

Sasaran dan Perkembangan Program MBG

Program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto sejak 6 Januari 2025 hingga November 2025 sudah menjangkau lebih dari 47 juta penerima manfaat dengan sekitar 16 ribu dapur. Target awal untuk Desember 2025 mencapai 30 ribu dapur. Sebagai referensi terkait program pemerintah tentang ketahanan pangan dan inovasi makanan bergizi, pembaca bisa juga melihat artikel terkait di “Prabowo Minta Polri Ambil Peran Wujudkan Swasembada Pangan” yang mengupas peran berbagai pihak dalam mendukung kemandirian pangan nasional. Untuk memahami lebih dalam tentang pentingnya ketahanan pangan nasional dan inovasi makanan bergizi, pembaca dapat mengunjungi halaman Wikipedia tentang Ketahanan pangan. Penegasan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat ini menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan impor serta meningkatkan kualitas menu dalam program MBG demi kesehatan masyarakat. Inisiatif ini juga memperlihatkan komitmen pemerintah dalam mengedepankan sumber daya lokal untuk mendukung kedaulatan pangan. *Sumber: RADARJABODETABEK, YouTube Channel resmi Tempodotco*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *