Semarang (RADARJABODETABEK) – Kejadian mendebarkan terjadi saat seorang bayi berusia 1,5 tahun mengalami hipotermia saat dibawa oleh orang tuanya mendaki Gunung Ungaran di Semarang, Jawa Tengah pada Sabtu, 11 April 2025. Perubahan cuaca yang terjadi sangat cepat dan buruk secara mendadak memicu kondisi berbahaya ini pada si kecil.
\n\n\n\nApa itu Hipotermia dan Penyebabnya di Gunung Ungaran
\n\n\n\nHipotermia adalah kondisi medis yang terjadi ketika suhu tubuh seseorang turun drastis di bawah batas normal, yaitu di bawah 356 C (956 F). Untuk gambaran yang lebih detail, anda dapat belajar lebih lanjut di halaman Wikipedia: Hipotermia. Saat mendaki gunung, risiko hipotermia meningkat terutama ketika cuaca menjadi dingin secara tiba-tiba akibat hujan, angin kencang, atau suhu malam yang ekstrem.
\n\n\n\nGunung Ungaran merupakan salah satu gunung yang terkenal dengan cuacanya yang bisa berubah dengan cepat. Dalam insiden ini, perubahan cuaca di kawasan jalur pendakian Puncak Bondolan menjadi sangat buruk secara mendadak, menyebabkan tubuh bayi mengalami penurunan suhu yang berbahaya.
\n\n\n\nUpaya Tim SAR dan Penanganan Korban Hipotermia
\n\n\n\nTim SAR gabungan dari Basarnas yang sedang bertugas dalam rangka acara Semarang Mountain Race langsung bergerak cepat setelah mendapat laporan kejadian ini. Mereka segera menuju lokasi keluarga bayi di Puncak Bondolan, Gunung Ungaran, untuk memberikan pertolongan pertama dan evakuasi.
\n\n\n\nPenanganan medis untuk korban hipotermia biasanya melibatkan pemanasan tubuh secara bertahap menggunakan alat pemanas, selimut khusus, dan pemberian cairan hangat. Tim SAR di lapangan memastikan bayi tetap hangat sambil melakukan proses evakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat.
\n\n\n\nLangkah Pencegahan untuk Mendaki Gunung Aman
\n\n\n\nBagi pendaki, terutama yang membawa anak kecil, penting untuk selalu memantau kondisi cuaca dan mengenakan pakaian yang sesuai. Idealnya, membawa perlengkapan darurat seperti selimut darurat, baju hangat ekstra, dan perlengkapan medis dasar sangat dianjurkan. Gunakan pula alat komunikasi yang dapat diandalkan untuk keadaan darurat.
\n\n\n\nPendakian di Gunung Ungaran ini mempertegas pentingnya kesiapan menghadapi risiko alam yang bisa berubah sewaktu-waktu. Pendaki bisa mendapatkan informasi tentang cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi badai atau cuaca buruk.
\n\n\n\nBagi yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang area atau jalur pendakian di Gunung Ungaran, dapat merujuk ke salah satu artikel kami yang membahas terkait wisata alam dan bahaya yang perlu diwaspadai seperti Gempa Bumi Magnitudo 6,0 di Kabupaten Poso sebagai contoh penanganan bencana alam dan kesiapsiagaan.
\n\n\n\nPentingnya Edukasi dan Kesiapan dalam Mendaki Gunung
\n\n\n\nPendakian gunung adalah aktivitas yang menyenangkan namun menyimpan risiko tinggi, terutama saat membawa bayi atau anak-anak. Edukasi tentang tanda dan langkah penanganan hipotermia perlu diketahui oleh semua pendaki. Anda bisa mencari informasi lengkap di Wikipedia: Mountain climbing.
\n\n\n\nDengan kesadaran dan persiapan yang matang, insiden seperti yang dialami bayi di Gunung Ungaran dapat diminimalisasi. Tim SAR dan Basarnas juga terus melakukan sosialisasi pentingnya keselamatan dalam aktivitas pendakian.
\n\n\n\nUntuk informasi lebih lanjut mengenai kejadian dan tips aman mendaki, kunjungi halaman berita kami yang membahas seputar kesiapsiagaan bencana alam dan penanganan darurat di Berita Terkini Radar Jabodetabek.
\n\n\n\nSumber: RADARJABODETABEK, YouTube Channel resmi Tempo.co
\n