Makassar (RADARJABODETABEK) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Selatan mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung selama 10 hari ke depan, khususnya di beberapa wilayah di Sulawesi Selatan. Kepala BMKG Sulsel, Ayi Sudrajat, menyampaikan bahwa peringatan ini diterbitkan pada Senin, 12 Januari 2026, sebagai bentuk kewaspadaan terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi di daerah tersebut.
\n\n\n\nPeringatan Cuaca Ekstrem di Sulawesi Selatan
\n\n\n\nMenurut BMKG Sulsel, sejumlah kabupaten dan kota di provinsi ini akan mengalami kondisi cuaca yang tidak stabil dengan potensi cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, dan kemungkinan banjir yang dapat berdampak luas. Daerah pantai barat Sulsel terutama masuk dalam status waspada hingga awas, yang menuntut tingkat kewaspadaan tinggi dari masyarakat dan pemerintah setempat.
\n\n\n\nJenis Cuaca dan Dampaknya
\n\n\n\nCuaca ekstrem yang diperkirakan termasuk hujan lebat disertai badai angin yang bisa menyebabkan kerusakan infrastruktur, terganggunya aktivitas ekonomi, dan potensi terjadinya banjir bandang. Warga yang bermukim di daerah rawan banjir dan pesisir diimbau untuk selalu memantau update terkini dan mengambil langkah mitigasi yang diperlukan.
\n\n\n\nUntuk mempersiapkan diri, masyarakat dianjurkan memperkuat sarana prasarana rumah tangga, membersihkan selokan, dan mempersiapkan evakuasi apabila terjadi bencana. Kewaspadaan di daerah pantai sangat penting mengingat risiko angin kencang yang dapat mengganggu keselamatan dan keamanan masyarakat.
\n\n\n\nImbauan dan Tindakan BMKG
\n\n\n\nKepala BMKG Sulsel, Ayi Sudrajat, secara khusus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mengabaikan peringatan yang disampaikan. Ia menegaskan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait dalam menyiapkan respons cepat terhadap kemungkinan terjadinya banjir dan angin kencang. BMKG menyediakan informasi cuaca secara berkelanjutan sebagai rujukan bagi pengambilan keputusan cepat di lapangan.
\n\n\n\nUntuk informasi lebih lengkap mengenai cuaca di wilayah Indonesia, pembaca dapat merujuk ke laman BMKG.
\n\n\n\nRisiko dan Kesiapsiagaan Wilayah Sulawesi Selatan
\n\n\n\nWilayah Sulawesi Selatan, terutama sejumlah kabupaten dan kota pantai barat, harus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Risiko banjir, angin kencang, dan longsor menjadi ancaman serius selama musim hujan ini. Oleh karena itu, koordinasi antar pemerintah daerah dan masyarakat sangat krusial untuk mengurangi dampak bencana.
\n\n\n\nPeningkatan kesiapsiagaan dan respons cepat biasanya dilakukan oleh lembaga seperti Basarnas dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Informasi penting terkait bencana dapat selalu dipantau melalui BNPB untuk mendapatkan instruksi resmi dan tindakan yang harus diambil.
\n\n\n\nBerita terkait cuaca ekstrem dan kesiapsiagaan bencana juga pernah dipublikasikan di Radar Jabodetabek seperti artikel BMKG Waspadai Puncak Musim Hujan November 2025 – Februari 2026 yang membahas perhatian BMKG dalam menghadapi musim hujan di berbagai daerah.
\n\n\n\nKesimpulan
\n\n\n\nPeringatan cuaca ekstrem oleh BMKG Sulsel adalah sinyal penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi daerah-daerah rawan bencana di Sulawesi Selatan. Dengan kesiapsiagaan yang matang, risiko kerusakan dan korban jiwa dapat diminimalisir.
\n\n\n\nSelalu pantau informasi cuaca terkini dan ikuti arahan dari instansi terkait untuk menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi dalam 10 hari ke depan di Sulsel.
\n\n\n\nSumber: RADARJABODETABEK, YouTube Channel resmi ANTARA
\n”