Youtube Thumnail image of : Tren Experience Economy, Rekreasi Mendorong Ekonomi? | Jelasin Dong!

Tren Experience Economy, Rekreasi Mendorong Ekonomi? | Jelasin Dong!

Jakarta (RADARJABODETABEK) – Tren ekonomi Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan akan didominasi oleh experience economy, sebuah fenomena di mana konsumsi berorientasi pengalaman, khususnya belanja rekreasi, menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Fenomena ini semakin menarik perhatian karena belanja untuk hiburan seperti menonton konser, film, travelling, hingga kegiatan olahraga dan healing justru mengalami peningkatan signifikan meskipun kondisi ekonomi secara umum sedang lesu.

Memahami Tren Experience Economy

Istilah experience economy pertama kali diperkenalkan oleh para ahli ekonomi untuk menggambarkan suatu kondisi di mana nilai ekonomi berfokus pada pengalaman yang dirasakan konsumen daripada hanya pada produk atau jasa yang ditawarkan. Dalam konteks ini, konsumen mencari lebih dari sekadar kepemilikan barang; mereka ingin menciptakan kenangan dan mendapatkan pengalaman berkesan.

Pendorong Utama: Belanja Rekreasi yang Tumbuh Pesat

Data dari siniar Jelasin Dong!, hasil kolaborasi Tempo dengan Center of Economic and Law Studies (Celios), menunjukkan bahwa jenis konsumsi yang paling cepat tumbuh adalah belanja rekreasi. Kegiatan seperti menonton konser, menonton film, healing, olahraga, dan travelling menjadi andalan masyarakat dalam mengisi waktu luang sekaligus sebagai bentuk pelarian dari tekanan ekonomi yang dirasakan.

Tak jarang, saat kondisi ekonomi mengalami perlambatan, pengeluaran untuk pengalaman rekreasi justru meningkat, sebuah fenomena yang mungkin terasa paradoks tetapi mencerminkan kebutuhan emosional dan sosial manusia. Tren ini juga merupakan bagian dari fenomena global yang menunjukkan pergeseran pola konsumsi menuju pencarian pengalaman yang bermakna.

Kontribusi Experience Economy terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Experience economy memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia dengan menciptakan peluang usaha baru dan meningkatkan sektor jasa, terutama di bidang hiburan dan rekreasi. Dengan meningkatnya permintaan terhadap jasa yang berfokus pada pengalaman, sektor ini menjadi salah satu pilar penting dalam pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Peningkatan belanja rekreasi ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong perputaran uang di sektor pariwisata, hiburan, dan olahraga. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan mendorong konsumsi domestik sebagai motor pertumbuhan ekonomi, sebagaimana dapat dilihat dalam artikel sebelumnya mengenai pengelolaan dana hibah pariwisata di Jakarta.

Belanja Rekreasi saat Ekonomi Lesu: Sebuah Paradoks

Fenomena peningkatan belanja rekreasi di tengah kondisi ekonomi yang lesu menimbulkan pertanyaan menarik: mengapa masyarakat cenderung mengalokasikan dana lebih besar untuk pengalaman rekreasi saat tekanan ekonomi meningkat? Jawabannya terletak pada kebutuhan psikologis dan sosial manusia untuk mencari hiburan dan penghilang stres.

Kegiatan seperti olahraga, travelling, dan healing bukan hanya sekadar hiburan, tetapi menjadi mekanisme coping yang efektif untuk menjaga keseimbangan mental dan emosional. Dengan demikian, experience economy tidak hanya berkontribusi secara ekonomi tetapi juga sosial.

Relevansi dengan Tren Global dan Teknologi

Kecenderungan berbelanja untuk pengalaman juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan media sosial yang membuat masyarakat semakin terbuka dan terdorong untuk mencari pengalaman unik dan dapat dibagikan. Platform digital memudahkan akses ke berbagai layanan rekreasi dan hiburan, memperbesar potensi pertumbuhan experience economy.

Sebagai contoh, perkembangan pariwisata digital dan virtual reality menunjukkan bagaimana teknologi bisa menjadi katalisator kuat untuk experience economy. Informasi lebih lengkap tentang perkembangan pariwisata dapat ditemukan di Wikipedia Pariwisata.

Untuk mendalami berbagai aspek dari tren ini, pembaca dapat menelusuri artikel lebih lanjut di kategori Ekonomi & Bisnis yang membahas berbagai fenomena serupa yang mempengaruhi ekonomi nasional dan global.

Kesimpulannya, experience economy menunjukkan bagaimana belanja rekreasi sedang mengambil peran strategis dalam menggerakkan roda ekonomi, terutama di tengah dinamika ekonomi nasional yang penuh tantangan. Tren ini bukan hanya sinyal positif bagi sektor jasa dan hiburan, tetapi juga cerminan kebutuhan masyarakat yang kian kompleks dalam mencari nilai dan makna dalam setiap pengeluaran mereka.

Sumber: RADARJABODETABEK, YouTube Channel resmi Tempo dan Center of Economic and Law Studies (Celios)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *