Youtube Thumnail image of : Peneliti BRIN Ingatkan Ancaman Rebutan Air Bersih di IKN

Peneliti BRIN Ingatkan Ancaman Rebutan Air Bersih di IKN

Peneliti ahli di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan peringatan serius mengenai kondisi air bersih di Ibu Kota Nusantara (IKN). Berdasarkan kajian menggunakan data satelit dan metode artificial neural network (ANN), hanya 0,5 persen dari luas wilayah IKN yang memiliki air bersih langsung terlihat di permukaannya. Angka ini jauh dari ideal dan mengindikasikan potensi masalah besar dalam penyediaan air bersih bagi kota yang direncanakan sebagai ibu kota politik Indonesia pada tahun 2028.

Distribusi Wilayah dan Ketersediaan Air di IKN

Kajian yang dilakukan oleh Laras Tursilowati, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, menunjukkan bahwa sekitar 20 persen wilayah IKN masih berupa vegetasi alami, sementara lebih dari 79 persen merupakan lahan terbangun. Ini menjadi penentu utama mengapa limpasan air hujan sangat tinggi dan sedikit yang terserap ke dalam tanah.

Meski letak geografis Kalimantan terkenal dengan curah hujan tinggi, kenyataannya air hujan yang turun banyak hilang sebagai limpasan permukaan (runoff) karena kurangnya vegetasi penyerapan dan fasilitas penampungan air yang memadai. Danau buatan yang ada saat ini masih belum mampu menampung volume air yang besar untuk penggunaan jangka panjang.

Risiko Konflik dan Rebutan Air Bersih

Dengan persentase air bersih yang sangat kecil ini, ada risiko potensi konflik penggunaan air bersih antara berbagai kebutuhan penduduk dan sektor pembangunan. Air adalah kebutuhan dasar yang harus terpenuhi dengan baik agar kota baru dapat berfungsi optimal dan berkelanjutan.

Isu ketersediaan air bersih ini penting untuk ditempatkan pada prioritas pengelolaan pembangunan IKN, supaya dapat menghindari masalah sosial dan lingkungan di masa depan. Pengembangan infrastruktur yang mampu meningkatkan penyerapan air dan memperbesar kapasitas penampungan menjadi hal mendesak yang harus disikapi oleh pemangku kebijakan.

Pelajaran dari Pengelolaan Air di Perkotaan

Fenomena ini juga dapat dipelajari dari pengalaman kota-kota besar lain seperti Jakarta, yang menghadapi tantangan dalam pengelolaan air dan pemanfaatan lahan hijau. Untuk itu, pemahaman komprehensif tentang pasokan air dan konservasi lingkungan sangat vital.

Anda dapat meninjau artikel kami sebelumnya yang membahas berbagai isu pembangunan kota di Indonesia untuk memahami kompleksitas pengelolaan sumber daya [perencanaan kota](https://radarjabodetabek.id/2025/08/17/halo-dunia/).

Seluruh upaya ini harus disertai dengan teknologi canggih dalam pemantauan sumber daya alam, seperti pemanfaatan Jaringan Syaraf Tiruan (Artificial Neural Network) yang telah digunakan dalam analisis BRIN guna mendapatkan gambaran akurat terkait distribusi air di wilayah IKN.

Mengatasi Tantangan Ketersediaan Air Bersih di IKN

Peningkatan kawasan vegetasi sebagai peresapan air dan pembangunan teknologi penampungan air yang efisien akan menjadi fokus penting demi menjamin suplai air bersih bagi masyarakat di masa depan. Pembelajaran dari perkotaan lain akan membantu dalam merancang solusi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Kota IKN sebagai pusat pemerintahan dan politik masa depan memiliki tantangan ekologi yang harus ditangani sejak dini. Peringatan dari para peneliti BRIN ini seharusnya menjadi dorongan bagi penyusunan kebijakan yang menjaga ketahanan air agar tidak terjadi krisis dan perebutan sumber daya vital ini.

Informasi dan berita terkait isu air bersih dan pengelolaan kota dapat Anda telusuri lebih lanjut pada [Berita Terkini](https://radarjabodetabek.id/category/berita-terkini/), yang memuat update perkembangan berbagai pembangunan infrastruktur dan kebijakan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *